Buntut Viral Berita Tak Benar, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Kawal Kasus Amoral Hingga Tuntas - ERA BARU KONSEL

ERA BARU KONSEL

Berbagi Cerita Lewat Berita

wisata-kita

Kamis, 07 Mei 2026

Buntut Viral Berita Tak Benar, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Kawal Kasus Amoral Hingga Tuntas


 

Kendari - Sulawesi Tenggara. Ditengah berkembangnya pendidikan dan teknologi terdapat salah satu oknum yang dengan sadar ingin merusak sebuah institut pendidikan. Hal ini tentu bertentangan dengan semangat prinsip memajukan pendidikan. Masa aksi dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa aopa menuntut pengembalian citra institut pendidikan atas berita tidak benar yang di publikasikan ke sosial media. Rabu, (06/05/26). 


Dalam aksi yang berlangsung damai di kantor wilayah kementerian Agama Sulawesi Tenggara. Jenderal lapangan dengan tegas menyampaikan sejumlah tuntutan hingga menyampaikan pernyataan sikap di depan kantor kementerian Agama provinsi Sulawesi Tenggara. 


Dalam tuntutan tersebut di sambut dengan baik oleh Kepala Kantor kementerian Agama Sulawesi Tenggara, yang di wakili oleh Kabaq Tata Usaha (TU), saudari H. Erna Kemala Raden. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa hal ini merupakan tindakan yang mencederai, melukai, serta mencoreng nama baik institusi, terkhusus Institusi Kementerian Agama Sulawesi Tenggara. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini, kami juga baru mendapat informasi ini, hal ini sangat melukai, mencederai dan mencoreng institusi kami, kami akan segera melakukan upaya penindakan dalam hal ini kepada Saudari Salma Ratu, S.Pd.M.Pd., jika terdapat bukti yang meyakinkan atas pelanggaran kode etik kepegawaian". Sambutannya



Lebih lanjut Kepala Kabaq tersebut menyampaikan bahwa "tindakan seperti ini tentu sangat kami sesalkan, kita semua satu bahasa satu rasa tentang kejadian seperti ini, kita tidak ingin hal ini terjadi baik dari institusi kami maupun Bapak/Ibu Dosen dan mahasiswa, kami akan melakukan upaya yang perlu dilakukan". Tutupnya. 


Dalam negosiasi yang begitu alot, salah seorang kordinator lapangan menyampaikan bahwa harus ada bukti tertulis tentang sikap dari institusi tentang sikap kepada sala satu ASN di wilayah lingkup kementerian Agama Sulawesi Tenggara ". 


Perbuatan amoral yang terjadi di lingkup pendidikan Institut Agama islam (IAI) Rawa Aopa sengaja di viralkan untuk mencoreng institusi pendidikan tersebut.



Dalam aksi tersebut tidak hanya berhenti di Ka Kanwil provinsi, masa aksi melanjutkan ke Kantor kementerian Agama kota kendari, dimana tempat berkantor Saudari Salma Ratu, S.Pd,  M.Pd. Senada dengan Hal itu pimpinan Kantor kementerian Agama kota kendari juga turut memberikan pernyataan  akan menindaklanjuti semua surat dan bukti dugaan adanya pelanggaran kode etik kepegawaian, yang di lakukan oleh salah satu Aparatur sipil negara (ASN) Salma Ratu. "Kami akan menindaklanjuti surat yang masuk dan akan menindak tegas jika terbukti pegawai kami melakukan tindakan yang melanggar kode etik kepegawaian". Sambut Ibu Hj.Marni, S.Ag., M.Pd. diskusi yang begitu alot akhirnya menemukan jalannya saat Kepala kementerian Agama kota kendari mau membuat pernyataan sikap dan memberikan tanggapan resminya secara tertulis kepada masa aksi. 


Aksi tesebut di tutup dengan konferensi pers dari Para penasehat hukum dan masa aksi, keadilan dan pengembalian citra institusi pendidikan adalah kewajiban bagi semua pihak untuk menjaganya. Semoga keadaan ini mendapatkan jalannya, kami akan terus mengawal kasus ini hingga menemukan jalan terbaiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

wisata-kita