Konawe Selatan, 17 Desember 2025 – Memasuki penghujung semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, pemandangan berbeda bakal tampak di berbagai sekolah di Indonesia. Jika biasanya prosesi pengambilan rapor didominasi oleh kaum ibu, kali ini para ayah kemungkinan akan memenuhi ruang-ruang kelas. Hal ini sejalan dengan masifnya Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Program nasional ini bertujuan untuk mengubah paradigma pengasuhan yang selama ini dianggap berpusat pada ibu menjadi kolaborasi setara. Melalui GEMAR, pemerintah mendorong para ayah dari jenjang PAUD hingga SMA untuk aktif terlibat langsung dalam memantau perkembangan pendidikan buah hati mereka.
Lebih dari Sekadar Mengambil Lembar Nilai
Gerakan GEMAR bukan sekadar formalitas administratif. BKKBN menekankan bahwa kehadiran fisik seorang ayah di sekolah memiliki dampak psikologis yang luar biasa bagi anak. Terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui gerakan ini:
Memperkuat Ikatan Ayah-Anak: Menciptakan momen kebersamaan yang berkualitas serta mempererat kedekatan emosional yang sering kali sulit terbangun karena kesibukan kerja.
Meningkatkan Motivasi Belajar: Anak akan merasa jauh lebih dihargai dan didukung saat melihat ayahnya hadir langsung di sekolah, yang pada akhirnya memicu motivasi belajar lebih tinggi.
Kolaborasi Pengasuhan: Menegaskan bahwa urusan pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu secara setara.
Komunikasi Efektif: Membuka ruang dialog langsung antara ayah dan guru untuk memahami kelebihan serta tantangan yang dihadapi anak di sekolah.
Himbauan Fleksibel dan Dukungan Instansi
Meskipun gerakan ini sangat dianjurkan, pemerintah menegaskan bahwa GEMAR bersifat himbauan dan tidak wajib. Sekolah tetap memberikan fleksibilitas penuh bagi orang tua yang memiliki kendala pekerjaan atau urusan mendesak lainnya.
Guna menyukseskan gerakan ini, berbagai instansi pemerintah maupun swasta juga diminta untuk memberikan dispensasi waktu bagi para karyawan (ayah) agar dapat mengikuti prosesi pembagian rapor. Bagi ayah yang memiliki lebih dari satu anak, pengambilan rapor dapat dilakukan secara bergantian atau berbagi peran dengan ibu.
Apresiasi di Media Sosial
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, publik juga diajak membagikan momen kebersamaan ini di media sosial. Para ayah yang hadir ke sekolah dapat mengunggah foto mereka dengan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah di Instagram sebagai bentuk apresiasi dan inspirasi bagi orang tua lainnya di seluruh Indonesia.
Melalui sinergi antara orang tua dan pihak sekolah, diharapkan kualitas pendidikan dan karakter anak bangsa dapat terus meningkat seiring dengan hadirnya dukungan penuh dari kedua orang tua.
(H.S)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar